TipsJalan Jalan Di Paris Youtube. Sebenarnya paris merupakan kota yang enak untuk jalan kaki. ketika saya di paris, saya lebih sering jalan kaki daripada naik kendaraaan umum. pilihan transportasi umum di paris ialah bus, metro, dan rer. tiketnya sendiri bisa langsung beli di tempat. ada beberapa pilihan kartu transportasi di paris, yaitu t+ ticket (point-to-point ticket), 1 pack carnette (10
Pagipagi kami langsung jalan menuju menara Eiffel, tempat wajib bagi orang yang datang jalan jalan ke Paris. Kita turun di stasiun Bir-Hakeim (line-6) atau Champ de Mars Tour Eiffel (RER C). Dari sini kita jalan menyusuri pinggir Seine Riviera menuju ke Eiffel Tower, landmark kota Paris. Kata orang jangan pernah sendirian ke Eiffel Tower, bisa mati garing karena orang lain berpasangan, berpelukan, bahkan berciuman di atas tower ini.
Hahahahahahahamanteb gak, jelas manteb lah paris coy di paris, haha oke deh kayakny cukup sekian dulu gw nyirikin loe pada haha , yg jelas gundulers gw ker paris sama photo photo ke menara eiffel ini gak lepas dari bantuan sahabat gw sendiri , lu pada tau pasti kan siapa sahabat gw , iya sahabat gw yg bisa bawa gw ke paris ya siapa lagi kalo bukan photoshop , namanya juga blog ini blog
Disediakan oleh IDN Times 9 Potret Titi Kamal Liburan ke Paris, Ajak sang Mama! 4. Akhirnya terwujud sekarang, Titi Kamal begitu bahagia bisa mengajak sang mama jalan-jalan
Jalanjalan ke kota paris. banyak rumah berbaris-baris. biar mati diujung keris. asal dapat dinda yang manis. Diposkan oleh Syawaluddin Amin Pagi - pagi makan lontong, Ketemu cewek pakai kebaya, Sendiri-sendiri termenung, Ketemu hantu kagak takut. Pergi Haji ke Kota Mekah. Pergi Haji ke Kota Mekah, Jangan Lupa bawa Kedondong, Orang yang
SQAfc. Tips jalan-jalan ke Paris – Paris memang kota yang sangat layak dikunjungi saat liburan ke Eropa. Ya, kota ini memiliki banyak daya tarik yang bisa membius wisatawan untuk mengunjunginya. Selain mendapatkan julukan kota teromantis dan juga menjadi pusat mode dunia, Paris juga memiliki segudang tempat wisata yang juga sangat menarik untuk satu tempat wisata di Paris yang paling populer adalah menara Eiffel. Ya, menara Eiffel merupakan salah satu keajaiban dunia dan merupakan tempat terwajib jika anda mengunjungi tempat wisata di Prancis, khususnya ketika mengunjungi kota Paris. Paris sendiri memiliki 20 wilayah administrative yang disebut dengan mengunjungi kota ini, sebaiknya anda mengetahui di wilayah mana tempat wisata mana yang akan anda tuju. Karena jika anda tersesat, selain membuang waktu anda, di Paris juga cukup rawan kejahatan, Jadi anda juga harus hati-hati ketika berjalan-jalan di kota ini. Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, yuk kita simak tips jalan-jalan ke Paris berikut Susun ItenaryParis merupakan kota yang cukup luas, tentunya tak cukup waktu sehari untuk puas mengunjungi kota ini. Seperti yang dituliskan diatas, bahwa Paris memiliki 20 wilayah administratif yang disebut dengan Arrundissement, dan setiap Aruudissement memiliki nomor yang disebut Arr, semakin sedikit angka Arr nya semakin dekat dengan pusat kota paris dan kedua puluh arrunisment tersebut adalahArr 1 merupakan pusat kota Paris, disini ada banyak sekali tempat wisata seperti Museum Louvre yang populer, Pont des Art, Tuileries, Place de Vendome, dan Rue de 2 Boursse, daerah ini tediri dari industri-industri kecil di ParisArr 3 dan Arr 4 Marais disebut juga kota tuanya Paris, dan dikota ini dimana sejarah paris terciptaArr 5 Latin Quarter Universitas tertua di Paris berada disini, jadi disini anda akan banyak menemukan mahasiswa termasuk mahasisiwa-mahasiswa 6 Saint Germain Pecinta bola bisa mampir dimarkasnya PSGArr 7 Menara Eiffel berada di daerah iniArr 8 Daerah elit di Paris, dimana banyak tersebar hotel-hotel mahal yang menawarkan pemandangan menara Eiffel dari jendela kamar hotelArr 9 dan 10, Disini terdapat tempat prostitusi terbesar d ParisArr 11 Oberkampf daerah pendudukArr 12 bastille Meskipun lumayan jauh dari pusat kota, tapi disini banyak penginapan dengan harga tejangakauArr 13 Daerah ini terdapat Chinatown, jadi jangan kaget jika banyak orang asia disiniArr 14 Montparnesse Arr 15 Parc des ExposionArr 16 Trocadero, dari sini anda bisa melihat pemandangan menara Eiffel dan Arc de Trump dari 17 Palais de congresArr 18 Anda bisa mengunnjungi Montmatre, Moulin Range, dan Sacre CouerArr 19 dan Arr 20 Area terjauh dari pusat kota2. Tips Transportasi Naik Big BusUntuk mempermudah perjalanan anda, ada cara yang sangat mudah untuk mengellilingi kota, terutama jika anda tidak menggunakan jasa travel agent. Ya, dengan menggunakan Big Bus, yaitu bus yang memang dikhususukan menuju tempat-tempat wisata populer di Paris. Anda akan diajak untuk mengelilingi kota, dan mengunjungi tempat wisata terkenal seperti Menara Eiffel , Champ Elyes,dan Musuem menikmati jasa bus wisata ini, setidaknya anda harus merogoh kocek sebesar 30 Euro atau sekitar 480 ribu rupiah. Bus wisata ini mulai beroperasi pada jam hingga pukul waktu Taksi dan MRT lebih fleksibelYaps, jika menggunakan Big Bus, dirasa kurang puas, atau waktu anda serasa dibatasi. Anda bisa menggunakan Metro, sebutan MRT di Paris. Harganya juga cukup murah, dan juga transportasi yang satu ini anti titik wisata yang dituju juga cukup terbatas, jadi anda harus berjalan kaki, atau naik transportasi lain untuk menuju ke tempat-tempat wisata di anda memiliki cukup uang, anda bisa menggunakan taksi, dimana perjalanan anda akan lebih fleksibel. Di Paris anda bisa menggunakan taksi online yang harganya lebih murah daripada taksi Carilah Peginapan dekat TransportasiSalah satu tips jalan-jalan ke Paris penting adalah menentukan penginapan. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan selain harga dan juga fasilitas, karena kedua hal ini adalah sesuatu yang memang wajib untuk diperhatikan. Untuk memilih penginapan disana, sebaiknya anda memilih penginapan yang letaknya dekat dengan transportasi umum, seperti stasisun MRT atau Subway. Jadi untuk menuju kemanapun anda dapat dengan mudah mengaksesnya. Anda bisa memesan penginapan via aplikasi di smartphone anda dengan Cari Penginapan di Pusat KotaSelain mencari tempat dekat dengan transportasi, anda juga bisa memilih penginapan didekat tempat wisata, terutama di pusat kota paris, dimana Paris sendiri terdiri dari 20 wilayah administratif, dan disetiap wialayah administrative terdapat nomor Arr, dimana 1 Arr merupakan pusat kota paris, dan semakin banyak angka Arr nya semakin jauh pula dari pusat yang perlu juga diperhatikan adalah city tax dari penginapan, karena untuk menginap di paris anda wajib untuk membayar city tax ketika check out. Jadi ketika melakukan booking, anda sebaiknya mengecek dahulu untuk harganya sudah termasuk city tax atauah Cek juga umur HotelDibeberapa aplikasi pemesanan penginapan, biasanya terdapat usai dari hotel tersebut. Semakin tua penginapan tersebut, bisa dimungkinkan anda akan merasa horror saat menginap. Jadi sebisa mungkin anda mencari penginapan yang baru atau setidaknya diatas 5 tahun. Atau anda bisa mencari penginapan di air bnb dimana ada dapur khusus yang bisa anda gunakan untuk memasak. Anda bisa sedikit menghemat biaya untuk membeli makanan Tips Makan di ParisMakanan khas prancis memang banyak dan populer. Untuk sekali makan, biaya yang harus anda keluarkan adalah antara 10 hingga 20 Euro. Jika anda makan direstoran, biasanya porsinya cukup besar, jadi bisa anda makan untuk 2 orang. Oya, di Paris untuk restoran, kebanyakan tidak buka lama seperti di mereka buka pada waktu tertentu saja sepeti hanya pas sarapan, atau hanya buka saat jam makan siang atau makan malam saja. Dan juga beberapa restoran terkenal di Paris mengharuskan kita untuk mereservasi tempat dahulu . Anda bisa melakukan reservasi melalui online ataupun dengan melalui Tips Belanja di ParisParis memang surganya belanja bagi anda yang hobi belanja, khususnya bagi para cewek-cewek. Paris merupakan pusat mode dunia, dimana brand-brand fashion kondang berasal dari kota ini. Dan tak lengkap rasanya jika pulang berlibur dari paris tanpa berbelanja. Yaps, selain anda langsung menuju ke outlet outlet kondang seperti CK, Gucci, Louis Vuiton dan masih banyak juga anda bisa menuju ke pusat perbelanjaan yang juga sangat populer di Paris, yaitu Champ Elyseees dan Galeries Lafayette. Untuk berbelanja, sebaiknya anda lakukan ketika hari terakhir saat berlibur. Dan jangan samapai saking asyiknya berbelanja, anda lupa jika uang anda Tips Membeli Oleh-oleh Khas ParisYaps, untuk membeli oleh-oleh khas Paris, banyak toko-toko yang menyediakan berbagai souvenir untuk dibawa pulang. Yang paling populer untuk dijadikan oleh-oleh adalah gantungan kunci dengan gambar menara Eiffel atau ada beberapa kaos dan topi yang identik dengan kota ini, seperti gamber menara, tulisan I love paris, museum lauren dan masih banyak lagi ikon-ikon khas Prancis yang bisa dijadikan membeli oleh-oleh dengan harga murah, anda bisa menuju ke Supermarket seperti Franpix ataupun Monoprix. Atau juga di pedagang souvenir di sepanjang menara Eiffel yang harganya juga sangat miring. Selain souvenir, ada oleh-oleh makanan khas yang bisa dibawa pulang, seperti crepes yang memang salah satu makanan terkenal di Belajar Bahasa PrancisSedikit belajar bahasa prancis setidaknya bisa membantu anda lebih mengakrabkan diri dengan penduduk setempat. Ya, mungkin akan benar-benar sangat dibutuhkan pada kondisi-kondisi tertentu, seperti memesan makanan dan juga ketika akan betanya. Anda tidaklah perlu mempelajarinya secara mahir, hanya beberapa kata saja anda sudah bisa akrab dengan penduduk sekitar, karena kebanyakan warga paris cukup sendiri merupakan negara dengan tingkat toleransi cukup tinggi, dan jangan kaget jika anda nanti akan bertemu dengan banyak orang keturunan Afrika. Untuk mengucapkan Hai dalam bahasa prancis adalah Bonjour!, untuk bilang terima kasih dengan Merci. Jika mau minta tagihan bill direstoran, anda bisa bilang L’addition, s;il vous plait! Yang artinya tolong tagihanya. Dan beberapa kata yang biasa diucapkan seperti maaf, iya, tidak dan lain itu dia beberapa tips jalan-jalan ke Paris, dan selamat berlibur
Eiffel Tower Bulan September 2017 kemarin, saya dan keluarga berkesempatan untuk jalan-jalan ke Paris. Kami berlima dari Indonesia. Tapi ada sepupu saya beserta temannya yang akan menjemput kami di Airport dan menemani kami jalan-jalan selama di Paris. Jadi totalnya bertujuh. Awalnya sih kami rencana mau jalan-jalan 1 hari 24 jam di Paris. Tapi kenyataannya tidak sampai 24 jam di Parisnya. Ini gara-gara pesawat kami delay 8 jam di Bangkok. Harusnya kami tiba di Paris tanggal 26 September 2017 waktu Paris. Namun karena delay, jadi kami tiba di Paris nya tanggal 26 September 2017 waktu Paris. Perbedaan waktu Paris dan Jakarta bulan September ialah 5 jam. Kalau waktu Paris, itu berarti waktu Jakarta/Bangkok. Tapi untuk bulan November, perbedaan waktu nya 6 jam. Jadi perbedaan waktu nya itu tergantung bulannya juga. DRAMA DI CDG AIRPORT Awalnya saya dan keluarga takut jetlag. Karena ini pertama kalinya kami naik pesawat penerbangan jauh, 12 jam di pesawat dari Bangkok ke Paris, yaitu waktu Jakarta/Bangkok sampai waktu Paris. Ada beberapa teman dan kerabat yang bilang, biar ga jetlag kita harus tidur di dalam pesawat nya. Waktu itu sih di pesawat saya tidak bisa tidur pules. Tapi begitu sampai di Paris, saya tidak merasa jetlag. Cuma ada kejadian yang bikin kepala saya pusing, hati berdebar-debar, perut mules, keringet dingin juga. Jadi ceritanya. Begitu pesawat tiba di Paris, papa saya mendadak ingin ke toilet yang ada di dalam pesawat. Karena sudah banyak orang yang ingin keluar dari pesawat, saya pun harus ikut keluar juga dan menunggu papa saya di luar. Ditunggu beberapa saat, kok papa saya belum keluar-keluar juga. “Where is my dad?“, tanya saya pada petugas Thai Airways di dalam pesawat. “He is outside. He walked out from the other side.“, jawab petugas Thai Airways nya. Oh man, ternyata ada dua pintu keluar di pesawat. Papa saya sudah keluar lewat pintu satunya lagi. Saya pun segera keluar untuk mengejar Papa saya, tapi saya tidak menemukannya. Akhirnya saya coba nanya ke petugas di Airport, kalau misalnya papa saya hilang itu bagaimana. Saya pikir, Bagasi aja biasanya ada counter untuk Lost & Found, masa orang ga ada. Saya waktu itu dengan tampang muka sedih nanya ke petugas di Airport yang ekspresi muka dan cara bicara nya yang super nyebelin. “Bienvenue à Paris! Welcome to Paris!” Inilah Paris, yang orang nya itu jutek, cuek, nyebelin, kasar, dan mereka tidak mau peduli kalau bukan pakai Bahasa Perancis. Dia sih bilangnya, coba aja keluar dulu dari Imigrasi, siapa tau udah keluar dari Imigrasi. Tapi cara dia menyampaikan, nada bicara, dan ekspresi muka nya itu nyebelin banget. Singkat cerita, akhirnya dari kejauhan papa saya manggil-manggil. Ternyata dia sudah mengantri untuk keluar dari Imigrasi, tapi dia putar balik lagi untuk mencari kami. Dan disaat itulah, semua orang melihat kami. Drama banget dah ini. Karena ada sedikit drama ini, kami akhirnya keluar dari Airport sekitar Ada sepupu saya dan temannya yang sudah menunggu kami di Airport. Saya pun merasa sangat tenang ketika sudah bertemu dengan sepupu saya dan temannnya itu. Karena tidak mungkin ada “drama hilang-hilangan” lagi. Temannya sepupu saya ialah orang Indonesia yang bisa bahasa Perancis. DARI CDG AIRPORT KE PARIS CITY CENTER Kami pun langsung beli tiket RER T+ one way untuk ke Paris City Center. Tiket T+ dari CDG Airport ke Paris City Center ialah 10,3 Euro per orang. Waktu itu kami mencoba untuk beli tiket lewat mesin nya, tapi gagal. Akhirnya kami beli tiket nya langsung di counter nya. Walaupun penjaga counter nya memang agak jutek juga, tapi setidaknya dia lebih helpful dibanding si petugas yang di dalam Airport tadi. Tujuan pertama kami ialah taro bagasi dulu dan istirahat sebentar di Hotel. Untungnya hotel kami tinggal naik sekali RER saja, tidak usah transit segala. Perjalanan dari CDG Airport ke Hotel kami yang berada di Boulevard Saint Michel ialah sekitar 45 menit. MAKAN DAN JALAN-JALAN MALAM DI PARIS Karena rencana jadwal perjalanan kami di Paris gagal, jadi setibanya di hotel, kami pun harus menyusun ulang itinerary nya. Kami juga harus mencari tempat makan yang enak, bisa dijangkau dengan jalan kaki dari hotel, dan yang menyediakan makanan Vegetarian untuk makan malam kami saat itu. Untungnya sebelum berangkat, saya sudah ada list Restaurant Vegetarian yang salah satu nya ada dekat hotel juga. Temannya sepupu saya pun langsung menelepon ke restorannya untuk reservasi tempat, karena biasanya restoran di Paris itu mengharuskan kita untuk reservasi tempat dulu. Singkat cerita, akhirnya waktu setempat kami jalan kaki dari hotel ke Restoran Vegetarian/Vegan yang bernama Saveurs Végét’ Berkat bantuan Google Maps, kami pun tiba di restorannya sekitar Itu artinya sudah waktu Jakarta. Memang berasa sih agak teler gitu, karena biasanya jam 2 pagi waktu Jakarta, kami sudah tidur. Namun disana kami baru mau makan malam. Makanan di restoran Vege ini enak, cocok dilidah. Tapi porsinya super besar. 1 porsi bisa untuk berdua sebetulnya. Untuk menu dan harga nya, silahkan liat sendiri di website nya ya. One of the best Vegetarian Restaurant in Paris Saveurs Végét’halles Waktu menunjukkan waktu setempat ketika kami selesai menyantap makan malam kami. Saya pikir kami langsung balik lagi ke Hotel. Ternyata, temannya sepupu saya itu mengajak kami jalan-jalan malam di Paris dulu. Soalnya keesokan harinya kami cuma bisa jalan-jalan ke Eiffel Tower saja, karena siangnya jam kami akan naik kereta cepat TGV dari Paris ke Bordeaux. Jalan-jalan malam di Paris ternyata sangat menyenangkan bagi saya. Udaranya sejuk, sepi, tidak banyak orang yang lalu lalang, pemandangannya juga sangat indah saat malam Saya terkagum-kagum oleh bangunan yang ada di kota Paris. Walaupun begitu, saya tidak boleh lengah, karena di Paris itu terkenal sekali dengan kasus pencopetannya. Jadi harus tetap waspada. Waktu itu pilihannya cuma 2, mau ke Notre Dame Cathedral atau ke Louvre Museum. Akhirnya kami pun pilih ke Notre Dame Cathedral. Untuk kesana kami melewati Seine River, lalu dari kejauhan juga kami melihat Eiffel Tower. Indah sekaliii. Ada teman yang mengatakan bahwa Eiffel Tower lebih indah diliat saat malam hari. Sayangnya, kami tidak punya cukup waktu untuk bisa menikmati Eiffel Tower dari dekat saat malam hari. Sekitar waktu setempat, kami pun tiba di Notre Dame Cathedral. Ini adalah salah satu katedral Katolik yang paling terkenal di dunia. Waktu itu kami hanya mengagumi katedral ini dari luar saja. Foto-foto sebentar, lalu langsung pulang ke hotel dengan berjalan kaki. BREAKFAST DI TROCADERO Kalau kalian baca Panduan Lengkap Wisata ke Paris versi saya, disitu saya mengatakan bahwa ada 2 tempat untuk bisa menikmati indahnya Eiffel Tower di Paris, yaitu di Champ de Mars dan Trocadé Nah karena saat ini Trocadéro merupakan tempat yang paling populer, saya pun memutuskan untuk pergi kesana. Kami naik Metro kereta bawah tanah dari Cluny La Sorbonne ke Trocadéro. Harga tiket T+ sekali jalan ialah 1,49 Euro. Berdasarkan rute yang disarankan oleh Paris Metro – aplikasi untuk mengetahui rute Paris Metro – dari Cluny La Sorbonne kami harus transit dulu di La Motte Picquet Grenelle, lalu ganti ke line 6 Hijau Muda ke Trocadéro. Di dalam perjalanan menuju Trocadéro, kami melihat pemandangan Eiffel Tower juga dari dalam kereta. Sudah tidak sabar untuk sampai di Trocadéro! Setelah 50 menit di perjalanan, akhirnya kami sampai juga di Trocadéro. Karena jam segitu di Paris masih agak gelap, pemandangan Eiffel Tower nya pun jadi belum begitu bagus. Eiffel Tower Kami pun berpikir untuk makan pagi dulu, baru setelah itu foto-foto sama Eiffel Tower nya. Tapi kami sempat foto-foto sebentar dulu sama Eiffel Tower. Karena tidak mau repot cari restoran, akhirnya kami memutuskan untuk makan pagi di restoran yang persis berada di seberangnya Trocadéro. “Bonjour!“, sapa pelayan Restoran Le Wilson pagi itu. Restoran itu menyediakan 3 paket Breakfast. Beda paket, tentu beda harga. Waktu itu saya dan mama pilih paket nomor 2, yang harganya 12,5 Euro atau sekitar Itu harganya sudah termasuk minuman hangat bisa pilih antara White Coffee, Hot Chocolate, atau Tea, minuman dingin bisa pilih antara Orange Juice atau 1/4 Bottle mineral water, 2 fried eggs with Ham / Bacon / Cheese, Croissant or Bread and butter or Toasts. Breakfast in Paris Croissants with Jam Meskipun agak mahal – harga untuk breakfast ga beda jauh dengan lunch – tapi makanannya enak! Menurut saya, worth it harga segitu untuk rasa, lokasi, dan pelayanan. Untuk menu dan harganya, silahkan liat sendiri di website nya ya. TROCADERO, EIFFEL TOWER Setelah kenyang makan pagi di Le Wilson, kami pun menyebrang jalan lagi menuju Trocadéro. Eh tapi kami pun harus kecewa, karena Eiffel Tower nya ketutupan kabut setengah! Ÿ™ Untung tadi pagi kami sudah ada sedikit foto bersama Eiffel Tower, walaupun itu kondisinya masih agak gelap. Sekarang malah lebih parah lagi, ketutupan kabut. Cuaca saat itu memang tidak bisa diprediksi. Katanya sih bisa turun hujan, untungnya waktu itu kami hanya berkabut saja. Kalau turun hujan, tambah repot. Walaupun Eiffel nya ketutupan kabut, tapi tetap saja disini ada banyak sekali pasangan yang melakukan foto pre-wedding. Saya lihat ada 3 pasangan loh yang foto pre-wedding. Belum lagi ada juga yang pacaran mesra disini. Suasananya jadi panas, walaupun sebenarnya cuaca agak mendung-mendung dingin gitu. Paris, a City of Love! Kami pun akhirnya jalan kaki sampai depan Eiffel Tower nya persis. Disini ada banyak sekali orang berkulit hitam yang berjualan gantungan kunci nya Eiffel Tower. Karena tau kami orang Indonesia – sepertinya tau dari bahasa yang kami gunakan – jadi mereka nawarin kami pakai bahasa Indonesia. “Beli 3 gratis 1”, rayu si penjual. Tapi kami tidak meladeni mereka, malah foto-foto saja bersama Eiffel Tower. Karena kami juga tidak punya banyak waktu lagi disini. Kereta kami dari Paris ke Bordeaux akan berangkat sementara saat itu waktu menunjukkan sekitar Belum lagi kami masih harus check-out dari hotel. Takut ketinggalan kereta, kami pun segera balik ke hotel lagi. LATIN QUARTER, SHAKESPEARE & CO BOOKSTORE Sebelum keberangkatan, saya sudah bikin list tempat-tempat yang ingin dikunjungi di Paris. Karena jadwalnya jadi berantakan, saya pun harus memprioritaskan mana saja tempat yang harus saya kunjungi pada kesempatan kali ini. Saya sudah mencoret Notre Dame Cathedral, Trocadero, Eiffel Tower, nah satu lagi yang mau saya coret ialah Shakespeare & Co Bookstore yang berada di kawasan Latin Quarter. Karena hotel kami memang berada di kawasan Latin Quarter juga, jadi mudah dijangkau dengan berjalan kaki. Shakespeare and Co Bookstore Waktu menunjukkan ketika kami sampai di hotel dari Trocadero. Saya bersama dengan papa dan kedua sepupu pergi ke Shakespeare&Co Bookstore dengan berjalan kaki. Sungguh menyenangkan berjalan kaki di sekitar Latin Quarter ini. Berasa nya lagi di Paris jaman dulu gitu Ÿ˜€ Sesampainya di Shakespeare&Co Bookstore, kami hanya melihat-lihat sebentar, foto-foto sebentar, lalu balik ke hotel lagi. Karena kami sudah harus berangkat dari hotel ke stasiun kereta Paris Gare Montparnasse. PARIS, I’LL BE BACK Tidak cukup rasanya hanya 1 hari kurang dari 1 hari malah! di Paris. Masih banyak sekali tempat wisata di Paris yang ingin saya kunjungi. Paris Opera, The Louvre, Palais Royal, Arc de Triomphe, Versailles, dll. Walaupun ketika di Paris saya merasa tidak aman karena banyak kasus pencopetan, orangnya juga yang jutek-jutek, tapi tetap saja ingin sekali kesana lagi suatu hari nanti. À bientôt, Paris!
Terakhir kali ke Paris tahun 2016, musem semi tahun ini akhirnya I’m back to Pariiis! Jalan-jalan ke Paris, Prancis tahun 2022 ini memang penuh perjuangan karena harus nunggu 2 tahun pandemi dulu. Bahkan Desember 2021 saat visa Schengen sudah ditangan, trip harus being cancelled on the last minute karena Omicron merajalela. Layaknya balas dendam, libur Lebaran lalu saya puas-puasin stay lama di Paris dalam trip Eropa selama 4 minggu. Dari semua negara dan kota yang saya kunjungin, kita paling lama stay di Paris. Ada banyak attractions yang saya datengin, baru atau pun yang udah pernah didatengin saat jalan-jalan ke Paris, Prancis sebelumnya, termasuk Menara Eiffel. In this article, I’ll share with you the itinerary and destinations to visit in Paris for 7 days. Itinerary per hari disusun berdasar jarak yang berdekatan satu sama lain disertai dengan pilihan transportasinya, metro atau jalan kaki so you can copy and use it for your trip to Paris. BACA JUGA Liburan ke Washington DC. Things to See and Do in the US Capital in 3 Days Staycation di Ubud Bali. Hotel Ubud Murah VS Mewah Pengalaman Apply Visa Dubai UAE Lewat Maskapai Emirates. Simpel dan Cepet Banget! PERSIAPAN JALAN-JALAN KE PARIS, PRANCIS 1 bulan sebelum berangkat, saya apply visa Schengen lewat TLS Contact di Jakarta. Semua aplikasi saya urus sendiri, dan seperti sebelumnya, permohonan visa Schengen saya diapproved. Prosesnya 10 hari aja. Awal April, kita beli tiket flight Emirates dari Jakarta ke Paris harga tiket ke Paris bisa dicek disitu dengan transit di Dubai selama 1 hari. Setelah experience Dubai sedikit, kita terbang selama 7 jam menuju Eropa buat jalan-jalan ke Paris, Prancis. DAY 1 JALAN-JALAN KE PARIS, PRANCIS Hari pertama jalan-jalan ke Paris, Prancis saya sangat excited buat ngelihat setiap sudut Paris. Makanya, hampir seharian saya jalan kaki ke semua destinasi di bawah. Montmartre Montmartre jadi distrik pertama yang saya datengin selama jalan-jalan ke Paris, Prancis. Kawasan ini emang touristy banget karena dianggap sebagai kawasan paling cantik di Paris. Beda dengan area lainnya di Paris, vibe Montmartre emang beda, agak seperti countryside gitu. Hal ini karena di masa lalu Montmartre emang bukan bagian dari Paris, tapi desa di luar Paris, baru kemudian dijadikan bagian dari kota Paris. Alasan kenapa Montmartre jadi touristy banget selain karena indah, tapi juga punya artistic history. Banyak seniman yang tinggal dan punya studio di dan sekitar Montmarte pada akhir abad ke-19 seperti Vincent Van Gogh dan Claude Monet. Informasi tentang para seniman dunia yang tinggal di Montmatre pun bisa dibaca di mading di sepanjang jalan di Montmartre. Kamu wajib ke Montmarte saat jalan-jalan ke Paris, Prancis! Beberapa worth visiting attractions di Montmartre saat jalan-jalan ke Paris, Prancis diantaranya Sacre- Coeur, sebuah basilika yang berkubah putih; La Maison Rose, a historic house yang kini jadi restoran dan salah satu lokasi syuting serial Netflix Emily in Paris, dan Moulin Rouge serta tempat hiburan lain karena Montmarte juga dikenal sebagai a nightclub district. Dari stasiun Gare du Nord, saya jalan kaki dan hiking karena Montmartre ini hill selama 20 menit buat sampai di Montmartre, tapi kalian juga bisa kesini naik metro. Sebaiknya dateng pagi karena kalau siangan dikit, Montmartre penuh dengan turis dan bakal susah buat shopping di kios-kios sekitar, antre kalau mau masuk Sacre-Coeur, atau mesti antre buat duduk di restoran. Tip Saat mendekati Sacre-Coeur, biasanya ada orang-orang kulit hitam yang akan nawarin gelang. Kalau diambil biasanya mereka akan minta bayaran, jadi sebaiknya tolak aja. Jangan biarkan mereka nyentuh tangan kamu seenaknya apalagi maksa. 2. Galeries Lafayette Haussmann 26 menit jalan kaki dari Montmartre, tibalah saya di shopping center terpopuler di Paris, yaitu Galeries Lafayette. Gak cuma menarik karena penuh dengan luxury stuff, tapi Galeries Lafayette juga telah menjadi architectural landmark di Paris. Gedungnya sendiri sangat indah dipandang, mewah banget layaknya gedung opera karena Galeries Lafayette dibangun dengan mengambil inspirasi dari Palais Garnier. It’s very aesthetically pleasing terutama kubahnya. Kamu juga bisa menikmati view Paris for free dari rooftop Galeries Lafayette saat jalan-jalan ke Paris, Prancis. Selain Galeries Lafayette, di Boulevard Haussmann juga ada beberapa shopping centers lain yang sayang buat dilewatin seperti Printemps also a luxury department store, Zara, H&M dan lainnya. Shopping or window shopping ke mal-mal ini worth to do since Paris is the world’s fashion capital after all. It was a very nice experience ngecek dan bandingin model tas-tas Gucci, Dior, Chanel, Yves Saint Laurent, dll disana. Saya juga akhirnya menenteng a luxury bag tapi bukan di Galeries Lafayette but Printemps. 3. Palais Garnier Another architectural landmark yang mesti dilihat or visit saat jalan-jalan ke Paris, Prancis. Lokasinya deket banget dengan Galeries Lafayette jadi cukup jalan kaki kalau kesana. Palais Garnier atau Opera Garnier adalah Opera utamanya kota Paris hingga tahun 1989. Kini gedung ini hanya digunakan untuk pertunjukan balet tapi dibuka untuk umum sebagai monumen bersejarah. Di dalam Paris Garnier juga ada Bibliothèque-Musée de l’Opéra de Paris Paris Opera Library-Museum. Untuk masuk ke dalam Palais Garnier, kamu perlu beli tiket masuk 12 Euro. Waktu itu saya cuma ngeliat aja dari luar saat jalan-jalan ke Paris, Prancis. Itu pun udah amazed banget karena gedungnya cakep banget, campuran gaya baroque, classic, dan renaissance atau yang disebut oleh arsiteknya, Charles Garnier, sebagai gaya Napoleon III. 4. Place Vendome Di alun-alun yang juga dikenal sebagai Place Internationale ini ada banyak hotel bintang 5. Place Vendome sebenernya berada dekat dengan Louvre Museum dan Jardin des Tuileries cuma karena kaki saya pegel banget setelah seharian jalan kaki, akhirnya kita stop jalan saat sampai di Place de la Concorde lalu lanjut naik metro buat lanjut ke birthday party adiknya Adrien. DAY 2 JALAN-JALAN KE PARIS, PRANCIS Nation Market Marche cours de Vincennes Hari kedua jalan-jalan ke Paris, Prancis dimulai dari kawasan Nation karena hotel kita, hotel de l’Union berada di Nation. Kebetulan setiap hari Sabtu Marche cours de Vincennes atau biar gampang saya sebut aja Nation Market buka dari pagi sampai jam 12 siang. Mayan fun juga exploring local market di Paris, serasa nemuin hidden gem karena pasar ini bukan tempat touristy dan hanya warga Paris aja yang kesini di pagi hari buat belanja kebutuhan dapur. Di Nation Market berjejer pedagang yang jualan sayuran, buah-buahan, daging, cheese, makanan siap saji, sampai baju dan karpet. Kalau mau kesini saat jalan-jalan ke Paris, Prancis mesti pagi ya karena pasar akan dibongkar jam 12 siang. 2. Le Marais Dari Nation, saya dan Adrien jalan kaki melewati Place de la Republique untuk menuju ke Le Marais, a trendy districtnya Paris. Di Le Marais banyak things to do mulai dari shopping centers, tempat bersejarah, museum, restoran, pasar, bar, hingga shopping street. It’s a must visit saat jalan-jalan ke Paris, Prancis karena di Le Marais lah chic Parisians go and hang out, so it’s not just a tourist destination but locals love it as well! Satu tempat yang stand out di Le Marais adalah Hotel de Ville. Jangan tertipu dengan namanya karena Hotel de Ville bukanlah hotel melainkan kantornya dewan kota Paris. Gedung ini cakep banget bak kastil. Saya aja sampai nyempetin balik kesini lagi di akhir Europe trip demi mandangin Hotel de Ville. Di Le Marais juga, rumah tertua di Paris, milik Nicolas Flamel berada. Rumah yang dibangun tahun 1407 ini berada di Rue de Montmorency. Huhuhu sayangnya saya gak sempet kesana..next time deh. Tepat di seberang Hotel de Ville adalah BHV Marais, salah satu mal di Paris yang kini jadi host pameran produk UMKM Indonesia, Java in Paris. BHV Marais emang gak segede Galeries Lafayette tapi masih oke kok buat sekedar window shopping. Saya juga sempet menjelajah jalan-jalan kecil di Le Marais yang dipenuhi dengan jejeran butik brand lokal. Seru aja ngelihat produk dan brand yang cuma ada di Paris… Di sela-sela butik-butik lucu ini ada sebuah market yang menjual fresh produce, bunga dan makanan Prancis. Marché couvert des Enfants Rouges yang berada di Rue de Bretagne adalah pasar tertua di Paris. Cobain deh exploring market ini, you’ll feel the different vibe of Paris. Setelah muter-muter Le Marais akhirnya pilihan kita buat lunch adalah a tiny Vietnamese restaurant Minh Chau. Jauh-jauh ke Paris tapi kalau untuk urusan lidah saya tetep balik ke masakan Asia.. Karena terkenal sebagai trendy districtnya Paris, Le Marais punya banyak pilihan restoran, kafe, bar, dan museum. Salah satunya adalah Pompidou Center, museum dengan koleksi modern and contemporary art terbanyak di Prancis. Gampang banget buat ngenalin yang mana Pompidou Center karena gedungnya sangat distinctive, didekorasi dengan pipa-pipa raksasa di bagian depan. Selain itu ada juga Musee Picasso yang memajang beberapa koleksi terbaik Picasso. 3. Notre Dame Masih semangat buat exploring Paris by foot, saya dan Adrien lanjut menyusuri pinggir sungai Seine hingga sampai ke Notre Dame. Sayangnya, saya gak bisa masuk ke Notre Dame saat jalan-jalan ke Paris, Prancis kali ini karena Katedral ini masih direnovasi sejak terbakar tahun 2019 lalu. Untungnya udah pernah masuk sebelumnya… Notre Dame bisa dibilang adalah gereja terindah di Eropa yang pernah saya kunjungin. Memang saya suka banget ama arsitektur gothic, tapi dari sekian banyak yang udah saya kunjungin, Notre Dame Paris tetep nomor 1, disusul dengan Notre Dame Strasbourg. Notre Dame yang terletak di Ile de la Cite pulau kecil di tengah sungai Seine di pusat kota Paris dibangun pada 1160 dan rampung 100 tahun setelahnya. Namanya mulai menarik perhatian masyarakat sejak menjadi lokasi sentral dalam novel Victor Hugo, The Hunchback of Notre Dame. Kini, Notre Dame menjadi monumen yang paling banyak dikunjungi di Paris. 4. Shakespeare and Company Bookstore Sering ngelihat Instagram reels tentang Shakespeare and Company bookstore bikin saya kepingin banget kesini pas jalan-jalan ke Paris, Prancis. Ternyata gak susah buat nemuin tempatnya karena berada tepat di seberang Notre Dame. Dan seperti udah diduga, ada antrean yang mengular buat masuk ke toko buku legendaris ini. Shakespeare and Company bookstore dibuka pada tahun 1951 oleh George Whitman, seorang Amerika yang tinggal di Paris. Namanya diambil sebagai tribute untuk ulang tahun William Shakespeare yang ke-400 sekaligus untuk toko buku milik Silvia Beach yang bernama sama tapi telah ditutup saat Nazi menguasai Paris pada Perang Dunia II. Yang bikin Shakespeare and Company unik gak cuma namanya tapi juga fakta bahwa toko buku ini sering dijadikan tempat tidur bagi para penulis yang paling disegani dalam sejarah literatur moderen Ernest Hemingway, F. Scott Fitzgerald, Jack Kerouac, Allen Ginsberg dan lainnya. Untuk masuk kesini free tapi jumlah pengunjungnya dibatasi, makanya perlu antre. Kita juga gak boleh ambil foto di dalam toko buku. Buat saya, Shakespeare and Company adalah toko buku terbaik di Paris kalau lagi nyari buku berbahasa Inggris karena koleksinya lumayan lengkap, dibandingkan dengan toko buku di Paris lainnya seperti Fnac yang saya kunjungin di mal Westfield de Halles. 5. La Vallee Village Biasanya saya jarang shopping di awal traveling, kecuali saat jalan-jalan ke Paris, Prancis kali ini. Ada barang yang emang diincer banget makanya sejak hari pertama saya udah keluar masuk mal di Paris. Jadi setelah ke Shakespeare and Company bookstore, kita jalan kaki exploring beberapa mal di dekatnya yaitu La Samaritaine dan Westfield de Halles. Karena tas yang diincer gak ada, akhirnya kita naik kereta RER A kereta suburban dari stasiun Chatelet Les Halles menuju stasiun Val d’Europe. La Vallee Village adalah outlet village berkonsep open air yang memiliki lebih dari 100 stores di dalamnya, termasuk brand internasional asal Prancis seperti Celine, Yves Saint Laurent, dan Balenciaga. I enjoyed shopping here, lebih asyik disini daripada saat ke La Roca Village di Barcelona karena saat itu hujan terus. Branded stuff di La Vallee Village dibanderol dengan harga yang lumayan miring dibandingkan dengan di butiknya. Pas banget deh buat kamu yang demen branded goods, terutama Michael Kors, Coach dan Tory Burch. Hanya aja pas saya perhatiin, high end brands disini barangnya gak begitu lengkap dan kalau pun iya harganya sama aja dengan di butik, jadi there’s no point going far to La Valle Village. Saya aja akhirnya balik ke Paris buat belanja di Printemps. Untuk ke La Vallee Village, kamu perlu naik kereta RER A dari Paris yang tiketnya 10 Euro per orang. Setelah sampai di stasiun Val d’Europe, ikutin aja arus orang menuju mal Val d’Europe. La Vallee Village berada di balik mal Val d’Europe. Outlet village ini juga deket dengan Disneyland Paris jadi kalau kamu mau kesana saat jalan-jalan ke Paris, Prancis sebaiknya combine dengan agenda ke Disneyland Paris sekalian. 6. Djawa Kecewa karena gak dapet barang yang saya incer, buat ngobatin rasa sebel, kita putusin buat makan di restoran Indonesia. Adrien nemuin restoran Djawa dan kita pun langsung gak sabar buat nikmatin Nasi Goreng dan Opor Ayam di salah satu cabang Djawa yang berada dekat dengan stasiun metro Colonel Fabien tempat saya stay pas jalan-jalan ke Paris, Prancis tahun 2016. Restoran Djawa dimiliki oleh orang Indonesia keturunan Prancis. Saat ini ada 4 cabang Djawa di Paris, termasuk di 179 Quai de Valmy tempat saya makan. Rasa makanan disini lumayan enak, bisalah buat ngobatin kangen makanan Indonesia. Saat saya kesana, Djawa lumayan penuh dengan warga Paris yang lagi dinner. Rupanya, customernya emang kebanyakan warga lokal plus orang Indonesia yang tinggal di kota-kota di Eropa sekitarnya. Selain menyajikan makanan Indonesia pada umumnya, Djawa juga menyediakan makanan Indonesia vegan. DAY 3 JALAN-JALAN KE PARIS, PRANCIS Station F & La Felicita Karena pernah ngelihat video tentang Station F beberapa kali di CNBC International, pas Adrien ngajak kesini saya ngerasa kok tempat ini familier gitu ya. Station F bisa dibilang sebagai kampus startup terbesar di dunia atau the world’s largest startup facility. Di Station F ada lebih dari startup yang kerja disana atau ikutan progam inkubasi yang disediakan Station F bekerjasama dengan partners seperti Microsoft, Facebook, dll. Tujuan kita kesana sebenarnya buat lunch sekaligus kerja dari sebelah Station F, yaitu La Felicita, restoran terbesar di Eropa. La Felicita ini sebenarnya giant food court yang terdiri dari 5 eateries. Karena lokasinya persis di sebelah Station F, banyak employee dan entrepreneurs yang makan, hang out dan kerja dari sini. Adrien yang saat itu udah harus catch up dengan kerjaan pun milih kerja dari La Felicita, sedang saya lanjut ke Museum Louvre. Tapi bener deh, kalau jalan-jalan ke Paris, Prancis, kalian mesti cobain ke La Felicita. Tempatnya luas, dekorasinya cantik dan bervariasi, ada game corner, plus ruang kerja yang sangat nyaman kayak di library. 2. Museum Louvre Louvre sudah pasti masuk ke top of the list of things to do in Paris, begitupun buat saya. Dari La Felicita, saya naik metro untuk ke Louvre saat jalan-jalan ke Paris, Prancis. Tiket udah ditangan, karena saya beli di websitenya Museum Louvre. Jadi sampai sana saya tinggal tunjukin tiket di hape dan masuk ke dalam museum lewat jalur khusus online customer yang bebas antrean panjang. Museum Louvre adalah the world’s most visited museum dimana total pengunjung tahun 2019 mencapai sekitar 9,6 juta orang. Beberapa karya seni terbaik di dunia disimpan disini seperti Monalisa karya Leonardo da Vinci dan Venus de Milo. Piramida Louvre pun sangat ikonik, selalu jadi tempat selfie utama di Paris selain Menara Eiffel. Buat saya yang gak sering-sering amat ke museum, Louvre ini gede banget. Perlu waktu 1 hari buat menjelajah setiap sudutnya, but akhirnya saya ngabisin 3 jam di Louvre. Louvre terbagi menjadi 3 sayap yaitu Richelieu, Sully and Denon. Kebetulan karya seni yang paling banyak saya lihat ada di Sully, yaitu Italian paintings termasuk Monalisa, Islamic arts, dan Egyptian arts. Khusus untuk Monalisa, kondisinya mirip dengan kalau mau ngelihat Starry Nightnya Van Gogh di Museum of Modern Art NYC, yaitu harus antre. Hanya aja buat saya antrenya kebangetan, sekitar 30 menit, jadi ya udah saya putusin buat ambil foto lukisan Monalisa dari samping aja, gak perlu selfie. Sementara itu Islamic arts juga menarik meski koleksinya gak begitu lengkap dan artefaknya dicampur-campur, tidak dikategorikan per negara. Saya juga lumayan lama exploring karya seni Mesir. Ada banyak patung Sphinx, Anubis, dewa-dewa Mesir, sampai peti mumi dan topeng yang agak ngeri dilihatnya. Satu hal lagi yang menarik di Louvre adalah sisa-sisa Palais Royal yang bisa dilihat di dalam Louvre. Louvre memang menempati Palais Royal, bekas istana raja-raja Prancis. Untuk masuk ke Louvre, tiketnya 17 Euro online dan 15 Euro on the spot. 3. Tuileries Garden Taman yang jadi salah satu lokasi syuting Emily in Paris ini berada persis di sebelah Louvre. Jadi setelah 3 jam di dalam museum, saya sempetin kesini buat ngaso sebentar. Tuileries Garden atau Jardin des Tuileries adalah taman istana Tuileries yang dibangun pada abad ke-16, tapi setelah revolusi Prancis taman ini dibuka untuk umum. 4. Arc de Triomphe Salah satu ikon Paris serta tempat untuk melihat view Paris dari atas. Arc de Triomphe adalah monumen yang dibangun untuk menghormati mereka yang gugur dalam perang Napoleon dan Revolusi Prancis. Saya udah pernah kesana sebelumnya, cuma sayang aja kalau jalan-jalan ke Paris, Prancis tapi gak mampir kesini. Posisi Arc de Triomphe berada dalam satu garis lurus dengan Louvre, melewati shopping street terkenal Champs-Elysees Avenue. Cuma karena saya udah pegel jalan kaki, saya pilih naik metro untuk kesini. Saat jalan-jalan ke Paris, Prancis, kamu bisa sekalian shopping or window shopping di Champs-Elysees setelah ke Arc de Triomphe. Bersambung ke Part 2… Curious about my adventures in Europe and America ?. You can click the following links to see my traveling videos that have aired on Net TV Desa Hallstatt, Desa dengan Arsitektur Klasik di Pinggir DanauImutnya Park Guell, Dunia Fantasi Ala Gaudi di BarcelonaAda Turki Mini di Bosnia HerzegovinaNyobain Makanan Khas Bosnia, Kaya Rasa dan Pasti HalalThe Bean, Seni Kontemporer yang Ada di Film – film Hollywood Want to help support my travel? Help me to visit 50 more countries and write more travel stories & guides by donating here Watch my adventures & subscribe to my YouTube channel The Island Girl Adventures
Apa saja tips backcpaker ke Paris? Kita tahu bahwa Paris merupakan ibu kota dari Perancis yang tahun lalu telah memenangi Piala Dunia. Paris juga menjadi ikon dari negara tersebut dimana di sana juga ada klub sepakbola yang memiliki banyak pemain bintang. Bukan hanya itu saja, Paris juga memiliki banyak tempat wisata menarik, salah satunya adalah Menara Eiffel lagi, banyak tempat wisata di Paris yang menyuguhkan pemandangan alam dan juga bersejarah yang menjadikannya sebagai salah satu negara yang setiap tahunnya selalu ramai dikunjungi para wisatawan dari berbagai penjuru dunia. Banyak para backpacker yang ingin mengunjungi Paris meskipun mereka tidak dibekali dengan budget yang apa saja tips jalan-jalan ke Paris yang harus anda perhatikan agar liburan anda nyaman dan tidak terkendala apapun? Di bawah ini akan kami berikan apa saja tips untuk para backpacker ke Paris yang tentunya anda tidak boleh Tentukan tempat wisata yang harus anda kunjungiTips pertama yang harus anda perhatikan ketika anda backpacker ke Paris adalah dengan menentukan mana saja tempat wisata yang akan anda tahu bahwa Paris merupakan salah satu negara di Perancis yang memiliki banyak tempat wisata di dalamnya. Bahkan, beberapa diantaranya sudah dijadikan sebagai salah satu destinasi wisata wajib oleh para karena itulah anda harus membuat sebuah daftar wisata mengenai tempat mana saja yang kemungkinan akan anda kunjungi. Dengan begitu, anda sudah tidak bingung lagi ketika sudah sampai di Paris karena anda sudah tahu kira-kira anda harus mengunjungi mana saja. Selain itu, usahakan agar jarak antara termpat wisata yang satu dengan yang akan anda kunjungi selanjutnya tidak terlalu begitu, anda tidak perlu mengeluarkan energi atau biaya yang terlalu banyak karena anda hanya tinggal mengurutkan saja mana tempat wisata terdekat dengan lokasi anda saat itu. Sudah tentu hal ini akan membantu banyak bagi anda yang pertama kali berlibur ke informasi bahwa beberapa tempat wisata yang ada di Perancis, antara lainEiffel Tower Champ ElyseesMuseum LouvreKathedral Notre DameArc de triompheDisneyland ParisIstana VersaillesTuileries Garden, dan lain sebagainya2. Tentukan tempat makan andaTips kedua untuk backcpaker ke Paris yang juga harus anda perhatikan adalah dengan menentukan tempat makan memiliki tempat wisata yang banyak, kota tersebut juga memiliki banyak tempat makan yang menyediakan berbagai menu makanan yang akan memanjakan lidah anda. Hal ini memberikan nilai plus sendiri karena anda bisa langsung mencicipi makanan khas Perancis setelah anda berkunjung ke tempat wisata yang ada di bagi anda yang datang ke Paris dengan budget yang tidak terlalu banyak, anda tidak perlu khawatir. Anda masih bisa mencicipi berbagai menu makanan yang mana di sana juga menjual menu makanan dengan harga terjangkau. Namun, bagi anda yang datang ke sini dengan budget yang banyak, anda tidak perlu khawatir lagi anda nanti mau makan bisa mencari informasi di internet tentang tempat makan yang lokasinya tidak jauh dengan tempat wisata yang nanti akan anda kunjungi. Dengan begitu, anda sudah tidak bingung karena anda sudah menemukan alamat atau loksi yang akan anda datangi ketika perut anda sudah Tips ketika naik big busKebanyakan tempat wisata yang ada di Paris mudah dijangkau karena sudah banyak alat transportasi yang sudah bisa anda anda yang ingin berkeliling kota, khususnya ketika anda tidak sedang memanfaatkan jasa travel agent, maka penggunaan big bus dirasa lebih tepat. Big bus merupakan jenis bus yang berfungsi untuk mengunjungi beberapa tempat wisata populer yang ada di menaiki big bus, anda akan secara otomatis dibawa ke tempat wisata yang memang menjadi kunjungan favorit bagi para wisatawan yang datang ke Paris. Beberapa tempat wisata tersebut antara lain Menara Eiffel, Museum Louvren, dan juga Champ anda yang ingin menikmati jasa big bus, maka anda harus mengeluarkan uang sebesar 30 Euro atau jika dikurskan maka anda harus mengeluarkan sebesar rupiah. Big bus mulai beroperasi dari jam 9 pagi sampai dengan jam 5 sore waktu setempat. Biaya tersebut tentu akan lebih hemat jika anda harus menggunakan alat transportasi lainnya yang biayanya akan lebih mahal dibandingkan ketika anda menggunakan big Menentukan tempat belanjaTips backpacker ke Paris yang juga tidak boleh anda lewatkan adalah menentukan dimana lokasi tempat belanja yang nantinya akan anda tempat belanja murah di Paris yang di dalammya menyediakan berbagai keperluan, mulai dari pakaian dan aksesoris yang bisa anda bawa bahkan bisa membeli dalam jumlah banyak dan tentunya dengan mengeluarkan biaya yang tidak terlalu mahal. Barang-barang yang dijual di sana memang dikhususkan untuk para wisatawan yang ingin membeli barang-barang untuk dijadikan sebagai oleh-oleh. Anda bisa membeli baju couple jika anda ingin menghadiahkan untuk pasangan anda. Masih banyak barang-barang lain yang tentunya akan membuat anda bingung jika anda datang ke sini dengan budget yang minim, anda bisa membeli aksesosir seperti gelang atau juga kalung. Harganya tidak terlalu mahal alias terjangkau. Namun, untuk anda yang datang dengan membawa budget yang besar, sudah tentu anda tidak akan mengalami kendala di dalam memilih barang-barang yang akan anda bawa Tiket pesawatHal yang tidak kalah penting yang harus anda perhatikan ketika anda ingin backpacker ke Paris maupun tempat lainnya adalah menyiapkan tiket pesawat merupakan salah satu hal sangat penting yang akan menentukan apakah anda bisa pergi ke Paris atau tidak. Kami menyarankan agar anda menyiapkan tiket pesawat jauh-jauh adalah agar anda tidak sampai kehabisan tiket. Selain itu, kami juga menyarankan anda mencari promo tiket pesawat yang bisasanya sudah bisa anda dapatkan melalui aplikasi begitu, anda bisa menghemat biaya anda dan mungkin bisa menggunakan sisa biaya pesawat untuk keperluan lain selama anda berada di Tentukan tempat menginap andaTips backpacker ke Paris yang terakhir akan kami jelaskan kepada anda adalah dengan menentukan tempat menginap sudah menyediakan berbagai penginapan yang bisa anda cari sendiri di aplikasi traveler untuk anda gunakan sebagai tempat beristirahat selama anda berada di sana. Harganya pun beragam, anda bisa menyewa penginapan mewah dengan harga mahal, namun anda juga bisa menyewa penginapan dengan harga penginapan tersebut bahkan memiliki fasilitas yang cukup layak, padahal harganya terjangkau. Kami menyarankan agar anda mencari tempat penginapan yang lokasinya berada di pusat kota. Hal ini bertujuan agar supaya anda tidak kesulitan ketika ingin mendapatkan transportasi maupun ketika ingin pergi ke tempat makan.
calcular distancia e rota ⇢ Calcular distância uso cidade, país para precisão
jalan jalan ke paris sendiri